Memperingati Hari Bumi 2013

Commemorate Earth Day 2013

Tahun ini, tepatnya tanggal 22 April, kita memperingati Hari Bumi dengan tema The Face of Climate Change, atau Wajah dari Perubahan Iklim. Sering kali, isu perubahan iklim tampak sebagai sesuatu yang terpencil dan kabur – masalah yang samar namun kompleks sehingga akan menjadi beban anak cucu kita untuk memecahkannya. Perubahan iklim memiliki efek nyata kepada masyarakat, binatang, dan ekosistem serta sumber daya alam yang mana kita semua bergantung. Bila dibiarkan, efek perubahan iklim tersebut akan menyebar dan membesar dengan cepat seperti menjalarnya api.
Continue reading

2 Comments

Filed under Anthropogenic, Carbon dioxide emission, Energy Security, Floods

PLTU Batang Berpotensi Melepas Emisi Karbon Tinggi

Batang Steam Power Plant Could Release High Carbon Emission

JAKARTA. KOMPAS – Green Peace Indonesia, aktivitas pembangkit listrik tenaga uap yang akan dibangun di Batang berpotensi melepaskan emisi karbon sebesar 10,8 juta ton per tahun. Selain tidak sejalan dengan upaya mengurangi emisi gas rumah kaca, pembangunan PLTU itu juga mengancam kawasan konservasi laut Batang.

“Meski menggunakan teknologi canggih, emisi karbon yang dilepaskan setara emisi Myanmar tahun 2009,” kata Arif Fiyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Rabu (3/4), di Jakarta.

Pilihan menggunakan bahan bakar batubara untuk pembangkit listrik, kata Arif, menunjukkan ketidak konsistenan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam komitmen menurunkan emisi gas rumah kaca. Greenpeace mendorong pemanfaatan energi bersih seperti panas bumi yang belum optimal.
Continue reading

Leave a Comment

Filed under Algae as CO2 absorber for Thermal Power Plants, Algae Cultivation, Bio Technology, Carbon dioxide emission, Climate Change, Global Warming, Adaptations and Mitigations, Energy, Geothermal Energy, Power Generation and Distribution, Renewable Energy

Janji REDD+ dan Nasib Hutan Kita

Promise of REDD+ and The Fate of Our Forests

JAKARTA, KOMPAS — Banyak pihak berpikir bahwa program penurunan emisi gas rumah kaca, seperti Reduce Emission from Deforestation and Forest Degradation Plus, dikenal sebagai REDD+, akan menghasilkan dana kompensasi yang besar bagi pemilik hutan terbesar, termasuk Indonesia.

Berbagai upaya ditempuh, berbarengan dengan munculnya para “penumpang gelap” yang memprovokasi bisnis karbon. Namun, seperti proyek Clean Development Management (CDM) sebagai bagian dari mekanisme Protokol Kyoto yang ternyata tidak menghasilkan uang, masyarakat pun mulai ragu.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Algae as CO2 absorber for Thermal Power Plants, Algae Cultivation, Anthropogenic, Bio Technology, Carbon Mitigation, CCS, Coal Fired Power Plants, REDD+, Sustainable Development

KEBUTUHAN DOMESTIK: BPH Migas Minta Ekspor Gas Dihentikan

JAKARTA – KORAN SINDO – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta pemerintah segera menghentikan kegiatan ekspor gas. Anggota Komite BPH Migas Qoyum Tjandranegara mengatakan, kegiatan ekspor migas ikut mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.

Menurut Qoyum, penghentian ekspor gas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik yang selama ini kekurangannya dipenuhi dari impor. Selain itu, harga ekspor yang cukup murah menyebabkan pasokan gas untuk kebutuhan domestik terus berkurang. “Malahan kita impor gas dengan kualitas yang buruk,” kata Qoyum di Jakarta kemarin.
Continue reading

4 Comments

Filed under Energy, Energy Security, Natural Resources, Sustainable Development

Mengelola Energi Listrik Nasional Secara Efisien dan Berkelanjutan

“Managing National Electrical Energy Efficiently and Sustainably.”

Pembangunan Berkelanjutan.

Istilah “pembangunan berkelanjutan” (PB) telah mengemuka pada diskusi-diskusi tentang kebijakan lingkungan sejak pertengahan 1980-an. PB mengacu pada modus pembangunan manusia di mana penggunaan sumber-sumber daya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan sekaligus melestarikan lingkungan, sehingga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi tidak hanya di masa sekarang, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. Definisi PB yang diperkenalkan oleh Komisi Brundtland adalah yang paling sering dikutip. Definisinya adalah: “Pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.”
Continue reading

Leave a Comment

Filed under Climate Change, Global Warming, Adaptations and Mitigations, Energy, Energy and Geopolitics, Energy Savings, Energy Security, National Security, Natural Resources, Renewable Energy, Shannon-Wiener Index, Sustainable Development

Mitigasi Bencana Kacau: Banjir Jakarta Bisa Diatasi

PLTGU Muara Karang tergenang banjir 2013

Peta Jakarta pd  kondisi banjir

Chaotic Disaster Mitigation: Jakarta Flood Can Be Anticipated

JAKARTA, KOMPAS – Mitigasi bencana di ibu kota Jakarta belum berjalan baik. Manajemen informasi terlambat sehingga penanganan menjadi terkendala. Distribusi logistik dan relawan terpusat di sejumlah tempat. Sementara sebagian korban tidak tertangani setelah beberapa hari dilanda banjir.

Kondisi itu diakui Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Menurut Basuki, ada tumpang tindih penanganan banjir selama beberapa hari ini. Ada beberapa lembaga yang menyandang nama “penanggulangan bencana” di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB).
Continue reading

Leave a Comment

Filed under Climate Change, Global Warming, Adaptations and Mitigations, Disaster Risk Reduction (DRR), Energy Security, Floods, Natural Disaster, Power Generation and Distribution

Panas Bumi Digalakkan: Potensi Listrik Panas Bumi Indonesia 29.000 Megawatt

PLTP Unit 5 Kamojang

Geothermal is Encouraged: The Potential of Indonesia’s Geothermal 29,000 Megawatts

GARUT, KOMPAS — PT Pertamina Geothermal Energy, anak usaha PT Pertamina, mulai membangun dua proyek panas bumi pembangkit listrik dengan total nilai investasi 132 juta dollar AS. Aksi ini diharapkan mendorong pemanfaatan panas bumi sebagai bagian dari ketahanan energi nasional.

Dua proyek ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Unit 5 Kamojang berkapasitas 30 megawatt, dengan nilai investasi 90 juta dollar AS dan ditargetkan rampung tahun 2014. Proyek lain adalah pengembangan lapangan panas bumi Lahendong untuk pasokan uap ke PLTP Unit 4 Lahendong dengan nilai investasi 42 juta dollar AS.

Peresmian dua proyek itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Sabtu (12/1), di Kantor Pertamina Geothermal Energy, di Kamojang, Garut.
Continue reading

Leave a Comment

Filed under Energy, Energy Security, Geothermal Energy, Natural Resources, Renewable Energy