KELISTRIKAN: PLN Pastikan Rencana Pembangunan Jawa-Bali Crossing

BANDUNG, KOMPAS —  PT PLN (Persero) memastikan rencana pembangunan sambungan transmisi listrik di atas laut yang menghubungkan kelistrikan Pulau Jawad an Bali.  Pembangunan jaringan Sambungan Udara Tegangan Ekstra Tinggi Jawa-Bali Crossing itu menjadi upaya PLN memastikan pasokan pasokan listrik di Bali terjamin.

 

jbc

 

Direktur Bisnis PT PLN Regional Jawa Bagian Timur dan Bali Amin Subekti mengatakan, pertumbunhan konsumsi listrik di Bali di atas rata-rata pertumbuhan konsumsi listrik secara nasional.  Pertumbuhan di Bali pada 2016 mencapai 11 persen, sedangkan secara nasional berkisar 8,6 persen.

“Sebagai kebijakan untuk Bali, Jawa-Bali Crossing menjadi backbone penyediaan listrik di Bali,” kata Amin seusai peluncuruan Bali Eco Smart Grid di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (1/6).  Amin menyatakan, pembangunan SUTET Jawa-Bali Crossing ditargetkan selesai pada 2019.

Asisten Ekonomi Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Wija mengatakan, pemprov sudah menerima surat dari PLN terkait rencana pembangunan SUTET Jawa-Bali Crossing.  Pemprov akan membentuk tim panitia pengadaan lahan.  “Peran pemerintah daerah di Bali adalah membantu pengadaan lahan di lokasi yang ada di Bali,” ujar Wija.

 

jamali-grid1

 

Selain mengandalkan pembangkit listrik yang ada di Bali, Bali  juga dipasok listrik dari Jawa melalui jaringan kabel listrik bawah laut.  Daya listrik tersedia di Bali mencapai 1.300 megawatt (MW).  Saat beban puncak, menurut General Manager PT PLN Distribusi Bali Sandika Aflianto sekitar 834 MW daya listrik yang dipakai di Bali.  “Konsumsi listrik terbesar di wilayah Bali Selatan, mulai Tabanan, Badung, Denpasar, dan sekitarnya,” katanya.

Terintegrasi

Amin juga menyatakan, PLN mendukung Bali sebagai Kawasan Nasional Energi Bersih dengan meluncurkan Bali Eco Smart Grid.  Smart Grid adalah system jaringan listrik yang mengintegrasikan pengelolaan pembangkitan daya listrik dan distribusi listrik, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dua arah antara PLN dan pelanggannya.

Penerapan system jaringan listrik terintegrasi, menurut Amin, membuat PLN sebagai produsen listrik dapat menyesuaikan pasokan listrik ke konsumen berdasarkan pemakaian listrik oleh konsumen.  Di sisi lain, pelanggan yang sudah memasang perangkat panel surya di rumah dapat memasok listrik untuk PLN melalui pemasangan alat meteran listrik system ekspor impor.

“Ini juga upaya PLN untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Bali ke depan, yang akan menerapkan program energi bersih,” kata Amin.

“Karena Bali akan menjadi Kawasan Energi Bersih, PLN harus lebih dahulu menyiapkan sistemnya,” katanya.

Bergerak

Terkait kebutuhan listrik yang meningkat selama bulan Ramadhan dan mengantisipasi gangguan, PT PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) menyiapkan genset bergerak untuk setiap daerah.  Bahkan, untuk beberapa masjid besar, disiapkan genset  yang dipasang permanen selama Ramadhan.

“Memang akan terjadi kenaikan beban selama Ramadhan, tapi tidak signifikan.  Pemakaian normal berkisar 990 MW dan diperkirakan naik hingga 1.015 MW selama Ramadhan.  Sementara daya mampu PLN Sulselrabar lebih dari 1.050 MW .  Kami optimistis system kelistrikan selama Ramadhan masih aman,” kata General Manager PT PLN Wilayah Sulselrabar Wasito Adi, Rabu di Makassar.

Untuk mengantisipasi berkurangnya debit air di PLTA Bakaru akibat musim kering, pihak PLN akan memaksimalkan pembangkit hanya di saat beban listrik beban puncak.  Ini berarti PLTA Bakaru akan tetap memproduksi listrik  126 MW  saat beban puncak.  PLN juga mengklaim telah melakukan pemeliharaan mesin-mesin pembangkit jauh hari sebelum Ramadhan.  (COK/REN).

Sumber: Kompas, Kamis, 2 Juni 2016, hal. 24.

TANGGAPAN:

Rencana membangun Bali Eco Smart Grid sebagai model percontohan di Indonesia akan semakin lengkap apabila rencana tersebut mengadopsi Transactive Energy Systems, yang lebih unggul dari pada sistem smart grid pada umumnya.  Pelanggan dan PLN sama-sama merasakan manfaatnya, karena pelanggan dapat menentukan sendiri kapan membeli dan menjual listrik ke PLN, sedangkan PLN merasakan semakin meningkatnya keandalan sistemnya.

Penjelasan ringkas ttg “Transactive Energy System” dapat dibaca pada blog ini juga:

https://atmonobudi.wordpress.com/2016/06/04/sistem-energi-transaktif/#more-3471  .

Selamat membacanya.  Terima kasih.

 

Prof. Atmonobudi Soebagio Ph.D.

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Bali Eco Smart Grid, Java-Bali Crossing EHV Transmission Lines

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s