Memperingati Tri Dasawarsa Tragedi PLTN Chernobyl

Commemorating 30 Years of  The Tragedy of Chernobyl NPP

Oleh:   PROF. ATMONOBUDI SOEBAGIO, MSEE, PH.D.

Guru Besar Pascasarjana Teknik Elektro UKI

 

Tragedi meledaknya PLTN Chernobyl, Ukraina, pada tanggal  26 April 1986 yang lalu genap berumur tiga  dasawarsa pada tahun ini.  Pada saat itu terjadi lonjakan daya  ketika dilakukan pengujian reaktor unit 4 dari PLTN Chernobyl.  Kecelakaan dan kebakaran yang diikuti oleh lepasnya sejumlah besar material radioaktif telah menyebar ke lingkungan sekitarnya.

 

252470ae41f58175b80499e91f8d06d0

Gambar 1. Kerusakan pada reaktor unit 4 PLTN Chernobyl.

 

Sejumlah emergency crews  merespon kecelakaan tersebut dengan mengirim beberapa helicopter untuk menyebarkan pasir dan boron guna menutupi serpihan-serpihan reaktor.  Pasir tersebut dimaksudkan untuk memadamkan api dan menghambat terlepasnya material radioaktif sesudahnya; boron digunakan untuk mencegah reaksi nuklir susulan.

Pasca kecelakaan, petugas resmi menutup wilayah kecelakan dalam radius 30 kilometer (18 miles) dan hanya mengijinkan petugas-petugas khusus yang mengevaluasi dan mengecek reaktor yang meledak maupun pengoperasian dari reaktor unit lain yang tidak rusak.  Pemerintah Uni Soviet (yang kemudian menjadi Rusia) mengevakuasi 115 ribu penduduk di area yang paling terkontaminasi di tahun 1986, dan 220 ribu penduduk lainnnya menyusul dievakuasi pada tahun-tahun berikutnya.

Sekitar 200.000 km2 luas daerah yang terkontaminasi  oleh Caesium-137 di atas 37.000 Bq/m2 (level intervensi).  Di area lain, sekitar 3.900 ribu km2 daratan Eropa terkontaminasi Caesium-137 (di atas 4.000 Bq/m2) dimana 40% dari luasan tersebut adalah daratan Eropa.

Reaktor Chernobyl adalah jenis RBMK-1000 (reaktor bolshoi moshchnosti kanalnyi) atau high power channel reactor dengan daya 1.000 MW, yang telah dikembangkan di Soviet Technical-Energetically Research Institute pada awal tahun 1970-an.  Inti reaktor dari RBMK memiliki bentuk silinder vertikal dengan diameter sekitar 12 meter dan tinggi 7 meter.  Reaktor unit 4 dari PLTN Chernobyl yang mencapai kekritisannya  pada tanggal 4 Desember 1983, pernah dimuat di harian Pravda dan menjadi kekhawatiran  para pakar.  Berikut ini adalah catatan dari harian Pravda:

 

chernobyl.jpg

Gambar 2. Foto pemberitaan harian Pravda tentang PLTN Chernobyl.

 

Pengoperasian PLTN Chernobyl secara resmi dinyatakan shutdown dan beralih ke proses decommissioning pada tahun 2000.

Meskipun ledakan salah satu reaktor PLTN Chernobyl telah terjadi 30 tahun silam, ternyata sampai saat ini masih menyisakan partikel radioaktif yang sangat kuat.  Pemerintah Ukraina telah meminta bantuan dana dari negara-negara Eropa untuk membangun kubah baja pembungkus reaktor (confinement) yang mampu membungkus reaktor tersebut selama puluhan tahun, bahkan ratusan tahun.

Membungkus reaktor

Pihak otoritas Soviet mulai membungkus reaktor yang rusak dengan beton pada bulan Mei 1986, dan telah merampungkan pekerjaan tersebut 6 bulan sesudahnya.  Pihak setempat menyadari bahwa pembungkusan dengan beton tersebut bersifat sementara dalam menyaring radiasi gas yang keluar dari reaktor yang rusak.  Beberapa tahun sesudahnya, para ahli semakin menyadari bahwa level radiasi yang tinggi dapat mempengaruhi kestabilan “peti jenazah” reaktor tersebut.

Pada tahun-tahun ganjil pasca ledakan, Ukraina dan komunitas internasional  telah berusaha untuk memecahkan masalah tentang bagaimana cara membersihkan sampah-sampah nuklir secara aman. Untuk mencegah kebocoran dan sekaligus membersihkannya, perlu dibangun pembungkus baru berbentuk kubah.

Menurut rencana, kubah pembungkus baru akan mampu melindungi dari radiasi reaktor yang hancur selama 100 tahun.  Ini adalah struktur konstruksi bangunan yang sangat unik, baik dalam ukuran maupun perangkat teknisnya.  Lahan lokasi kubah disiapkan pada tahun 2009-2010.  Menurut rencana, kubah tersebut akan selesai pada tahun 2017 setelah menjalani pengujian.  Ukurannya adalah 257 meter lebar, 108 meter tinggi, dan 105 meter panjang (hampir dua kali lapangan bola).  Posisi kubah pembungkus  reaktor yang rusak dan bagian gedung yang terkontaminasi adalah sebagaimana pada gambar berikut ini.

 

Location of new confinement

Gambar 3. Bagian  reaktor unit 4 yang akan dibungkus.

Berikut ini adalah foto kubah dan gambar pembanding antara ukuran kubah pembungkus reaktor dengan bangunan-bangunan  besar yang kita kenal.

 

pembandingan dg patung liberty

Gambar 4. Tinggi kubah dibandingkan dengan tinggi patung Liberty.

pembandingan dg menara eiffel

Gambar 5. Luas dasar kubah dibandingkan dengan kaki menara Eiffel di Paris.

model kubah penutup reaktor

Gambar 6. Model kubah yang akan membungkus reaktor unit 4.

maket kubah

Gambar 7. Maket perakitan kubah  yang dapat digeser menutupi reaktor unit 4.

 

Biaya pembangunan kubah pembungkus baru adalah sebesar € 1,54 miliar.  Tiga puluh negara terlibat secara finansial dalam proyek  pembangunan “pembungkus baru” dari reaktor unit 4 tersebut. Dan penyumbang dana terbesar untuk proyek adalah European Bank. EU sejauh ini hanya menyumbang € 110 juta (7% dari biaya total).

Diskusi

Perjalanan upaya menjinakkan dampak radioaktif akibat kecelakaan reaktor Chernobyl sepanjang 30 tahun ini ternyata telah membuktikan  banyaknya korban jiwa manusia maupun yang mengalami cacat tubuh serta berbagai kelainan fisik dari bayi-bayi yang dilahirkan bertahun-tahun sesudah tragedi tersebut.  Jatuhnya ribuan korban, pembuangan sampah-sampah radioaktif, serta biaya pembuatan pembungkus raksasa tersebut merupakan “external costs” yang tidak tidak pernah diperhitungkan ketika merencanakan pembangunan PLTN ini.

Kubah yang sedang dibangun ini direncanakan akan tahan terhadap suhu udara dari -43oC hingga +45oC, tahan terhadap badai tornado kelas 3 (yang terjadi sekali dalam 1 juta tahun), tahan terhadap gempa bumi hingga skala Mercalli 6 (yang terjadi sekali dalam 10 ribu tahun).  Ukraina terletak di wilayah yang rendah risiko seismiknya.  Namun, Rumania, yang letaknya hanya 300 km dari Ukraina pernah mengalami gempa dengan kekuatan 7 skala Richter.

Akan tetapi, pembangunan kubah pembungkus baru yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2017 ternyata hanya mampu mengamankan bekas reaktor tersebut selama 100 tahun saja.  Padahal partikel radioaktif dapat berumur ratusan tahun.  Apa yang akan dialami pembungkus tersebut  bila terjadi gempa bumi berskala besar atau banjir besar dalam kurun waktu 100 tahun itu? Bukankah kita saat ini sudah berada di era perubahan iklim dengan segala dampaknya?

Badan Tenaga Nuklir Nasional ( Batan) memang memiliki 3 reaktor, yaitu di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta.  Pengalaman mengoperasikan reaktor riset berukuran kecil tidak dapat dianggap memiliki pengalaman untuk mengoperasikan reaktor besar.  Dari sudut pandang konstruksi, reaktor untuk riset jauh berbeda dengan reaktor yang memproduksi energi.  Di samping itu, siapa yang mengetahui bahwa tidak pernah terjadi kecelakaan di reaktor Batan?  Batan tidak pernah mengumumkan satu informasi pun kepada publik tentang apa yang mereka lakukan.  Kita tidak pernah tahu apa yang berlangsung di lembaga tersebut.

Di penghujung tahun 2007, skandal korupsi di Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) muncul dalam  pemberitaan di media publik. Bahkan lebih buruk, Bapeten, yang seharusnya berfungsi mengawasi program-program nuklir Batan, ternyata malah mendukungnya.  Hal ini sangat problematik karena staf Bapeten berasal dari Batan.  Kondisi “saling mendukung” dari kedua lembaga ini dapat meracuni pendapat dan pandangan masyarakat.

Kecelakaan pembangkitan listrik tenaga nuklir secara reaksi fissi, sebagaimana yang terjadi pada PLTN Three Mile Island, Chernobyl, dan Fukushima Daiichi, mengandung risiko dalam wujud kebocoran radiasi nuklir sehingga perlu dipertimbangkan jika ingin membangunnya dengan teknologi serupa di Indonesia.  Rencana Batan akan membangun PLTN di Indonesia dengan memasukkan external cost tadi, tidak mungkin menghasilkan tarif dasar listrik yang terjangkau masyarakat.  Padahal reaktor yang berisiko tersebut wajib diasuransikan dengan premi yang sangat mahal.

Sebagai negara kepulauan yang terletak di ekuator, potensi sumber-sumber energi yang terbarukan Indonesia sangat beraneka ragam dan besar kapasitasnya.

Catatan:

Artikel ini diangkat dari berbagai sumber informasi.

4 Komentar

Filed under Chernobyl Nuclear Power Plant, Earthquake, Fukushima Nuclear Power Plant, Nuclear Power Plants, Radioactive waste, Renewable Energy

4 responses to “Memperingati Tri Dasawarsa Tragedi PLTN Chernobyl

  1. Jan Aritonang

    Tks Oom Budi, atas tulisan yang menggugah dan memberi warning kuat, juga kritik pada BATAN. Semoga diperhatikan. Salam untuk tante Onny.

  2. Bintang Simbolon

    Terimakasih Prof Atmonobudi untuk tulisan ini. Semoga hal ini menjadi pelajaran yang berharga untuk Pemerintah mengambil keputusan terbaik bagi rencana pembangunan PLTN di Indonesia… Salam, bintang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s