BENCANA NUKLIR FUKUSHIMA: Lima Tahun Berlalu, Pekerjaan Rumah Masih Menumpuk

FUKUSHIMA NUCLEAR DISASTER: Five Years Have Passed, Homework Is Still Piling Up.

Sulit melupakan yang terjadi di pantai timur wilayah Tohoku, Jepang, 11 Maret 2011.  Salah satu gempa bumi terdahsyat dalam sejarah memicu tsunami.  Lebih dari 18.000 orang tewas atau hilang dan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Fukushima Nuclear Power Plant

Gelombang setinggi 10 meter menghantam pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, merusak pompa air pendingin.  Inti reaktor meleleh, menyebabkan radiasi hingga radius puluhan kilometer.

Lima tahun berlalu, kecelakaan nuklir terburuk sejak bencana Chernobyl tahun 1986 ini masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Jepang.  Di antaranya membuang limbah air yang sangat radioaktif dan menjaga agar air tanah tidak terkontaminasi.

cesium-mext-sept-12-2011

Tingkat radiasi di kompleks PLTN Fukushima Daiichi masih sangat tinggi.  Tokyo Electric Power Co. (Tepco), pengelola PLTN tak bisa masuk untuk mengambil sisa batang bahan bakar, sumber utama radiasi.

“Sangat sulit mengakses ke dalam reaktor.  Masalah utama adalah radiasi,” ujar Naohiro Masuda, pejabat Tepco yang bertanggung jawab atas penghentian operasi reaktor.

 

20160312_woc998_0

Meski banyak yang dilakukan, baru sekitar 10 persen proses pembersihan reaktor dilakukan.  Perlu 30-40 tahun hingga seluruh proses selesai.  Sampai batang bahan bakar berhasil diamankan, sulit menghitung biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses tersebut.

Menangani radiasi bukan satu-satunya masalah Jepang.  Setelah bencana terjadi, Tokyo memperketat pengawasan dengan membentuk Otoritas Regulasi Nuklir sebagai badan pengawas.  Sebanyak 54 reaktor nuklir di seluruh Jepang dipadamkan, enam di antaranya ditutup permanen.  Sisanya menjalani pemeriksaan sangat ketat untuk antisipasi bahaya serupa.

Hal ini mendatangkan masalah baru karena energi nuklir menyumbang 30 persen kebutuhan energi Jepang.  Pemerintah pun bergantung pada impor migas dan batubara untuk memenuhi kebutuhan energi.

Sejak 11 Agustus 2015, empat reaktor telah diijinkan kembali beroperasi.  Namun, keputusan pengadilan distrik Otsu, Rabu, untuk menghentikan operasi dua reaktor kembali memukul upaya menghidupkan kembali energi nuklir di Jepang.

“Negeri kami yang miskin sumber daya alam tak dapat berjalan tanpa energi nuklir untuk menjamin stabilitas suplai energi.” Kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Meski sangat membutuhkan tenaga nuklir, Abe mengatakan tak akan mengubah kebijakan yang mensyaratkan pengawasan ketat bagi reaktor nuklir kembali beroperasi.

Dan, hingga reaktor yang ada bisa kembali beroperasi dan limbah nuklir Fukushima bisa diatasi sepenuhnya, Tokyo masih harus bekerja keras menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.  (AFP/REUTERS/WAS)

Dikutip dari: Kompas, Jum’at 11 Maret 2016, hal. 10.

 

TANGGAPAN:

2457

Naoto Kan, yang menjadi Perdana Menteri Jepang pada saat terjadi bencana Fukushima, mengatakan bahwa energi nuklir tidak aman dan terlalu mahal untuk membangun PLTN yang baru di manapun di dunia.  Berbicara, dalam rangka peringatan 5 tahun bencana Fukushima, Naoto Kan mengatakan bahwa dirinya menentang ide perusahaan-perusahaan Jepang yaitu Hitachi dan Toshiba, yang akan membangun PLTN di Inggris.

“Energi nuklir tidak aman. Pada skenario akan kondisi yang terburuk, hingga 50 jutaan penduduk harus diungsikan.  Daya nuklir bukan teknologi yang cocok dan pemanfaatan energi terbarukan jauh lebih baik,” komentar Kan pada The Guardian.

Dari pemberitaan tentang PLTN Fukushima Daiichi, 5 tahun setelah mengalami tragedi nuklirnya;  apakah Batan masih tetap memaksakan diri untuk membangun PLTN “Reaksi Fisi” di Indonesia?  Jangan korbankan mayoritas rakyat Indonesia yang tidak memahami tentang risiko bahayanya yang dahsyat itu.

Atmonobudi Soebagio.

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Coal Power Plants, Energy Security, Fukushima Nuclear Power Plant, Nuclear Risks Issues, Radioactive Leak, Radioactive waste, Toxic, Tsunami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s