PENDIDIKAN TINGGI: Dosen Ber-NIDK Dihitung sebagai Dosen Tetap

JAKARTA,  KOMPAS —  Sejumlah perguruan tinggi mulai mengadakan pendaftaran bagi para dosen untuk mendapatkan nomor induk dosen khusus.  Dengan demikian, pengajar di perguruan tinggi yang berasal dari beragam profesi bisa berkarir sebagai doesn dengan memiliki nomor induk khusus dan dihitung sebagai dosen tetap di sebuah program studi atau perguruan tinggi.

Direktur Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti, di Jakarta, Jum’at (12/2), mengatakan, dosen dengan nomor induk dosen khusus (NIDK) dimasukkan dalam penghitungan rasio dosen terhadap mahasiswa.  Selama ini, penghitungan hanya mengacu pada jumlah dosen tetap yang memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN).  Dosen dengan NIDN ini memang berkarir sebagai dosen di perguruan tinggi.

“PTN atau PTS sudah mengajukan pengurusan NIDK.  Hal ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan dosen yang dipakai dalam menghitung rasio dosen terhadap mahasiswa,” tutur Ghufron..

Namun, menurut dia, untuk pendirian program studi baru, syaratnya tetap mengacu pada dosen dengan NIDN, bukan dosen dengan NIDK. “ setelah pengajaran berjalan, baru dosen ber-NIDK dihitung,” ujar Ghufron.

Direktur Karir dan Kompensasi Sumber Daya Manusia Kemenristek dan Dikti Bunyamin Maftuh menjelaskan, asalkan dosen yang diajukan memenuhi syarat, Kemenristek dan Dikti segera memproses dan mengeluarkan NIDK untuk dosen yang bersangkutan.  “Terutama PTS menyambut baik kebijakan dosen NIDK ini untuk mengatasi kekurangan dosen.  Kami terus intensif melakukan sosialisasi karena ini terobosan baru.  Masih banyak PT yang belum paham prosedurnya,” ujar Bunyamin.

Peneliti hingga professional

Dosen dengan NIDK bisa berlatar belakang sebagai peneliti, guru besar yang sudah pension, pejabat, pengusaha, dan kalangan professional lain.  Mereka harus memiliki perjanjian kerja denga  perguruan tinggi negeri atau swasta.  Para dosen dengan NIDK ini tidak mendapat tunjangan profesi dosen/guru besar dari pemerintah.

NIDK juga bisa diberikan kepada dosen asing. Syaratnya, selain harus memiliki izin kerja di Indonesia, mereka juga harus memiliki perjanjian kerja di Indonesia, mereka juga harus memiliki jabatan akademik, minimal associate ptofessor, dan memiliki minimal tiga publikasi internasional dalam jurnal internasional bereputasi.

Dosen yang memiliki NIDK harus mampu memenuhi tridarma perguruan tinggi.  Minimum dalam satu semester dalam satu tahun, mereka mengajar empat satuan kredit semester.  Para dosen ini juga bisa mencapai jabatan akademik hingga guru besar.  Ghufron menyatakan, dosen dengan NIDK bisa berkarir hingg usia 79 tahun. (ELN).

Sumber: Kompas, Sabtu 13 Februari 2016, hal.11.

 

Tinggalkan komentar

Filed under New Regulation in Higher Education

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s