Pipanisasi Penyaluran BBM dan BBG Perlu Segera Dibangun

Pipeline System For Fuel Distribution Needs To Be Built

Banjir yang melanda daerah pesisir utara pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatra telah melumpuhkan aktifitas masyarakat di kota-kota pesisir tersebut. Hujan deras, baik yang terjadi secara lokal maupun banjir kiriman berupa luapan air sungai akibat hujan lebat di hulu, menambah parahnya kondisi banjir ini.

Jakarta, selaku Ibukota Negara Indonesia, tidak luput dari bencana tersebut. Kota ini bahkan merupakan kota pertama yang mengalaminya, walaupun tampaknya sudah merupakan rutinitas setiap tahunnya. Upaya normalisasi sejumlah waduk di wilayah DKI Jaya ini juga sudah dilakukan, namun ketika hujan berhari-hari dan kiriman air lewat sejumlah sungai besar yang melintasi wilayah kota ini, telah merontokkan segala upaya tersebut. Harus diakui bahwa belum semua waduk yang jumlahnya sekitar 42 telah dinormalisir. Demikian juga dengan normalisasi belasan sungai besar yang memasuki Jakarta.

Dari kejadian banjir yang diikuti dengan tanah longsor, maupun jalan yang ambles, akibat erosi air hujan lebat tersebut, memperlihatkan betapa kehidupan masyarakat kota dan penduduk pesisir utara pulau Jawa mengalami kelumpuhan total. Berita terakhir, adalah kota Kudus yang terkepung banjir, dan sudah dipastikan mengalami terputusnya sarana transportasi masuk dan keluar kota tersebut. Hal yang serupa juga terjadi dengan terputusnya suplai bahan bakar minyak dan gas oleh sejumlah SPBU di kota itu, karena tidak adanya pengiriman bahan bakar tersebut yang selama ini mengandalkan transportasi darat dengan truk-truk tangki BBM maupun BBG.

Energi, d.h.i. bahan bakar bagi kendaraan bermotor, merupakan kebutuhan pokok manusia, sebagaimana kebutuhan akan bahan makanan pokok setiap harinya. Tanpa tersedianya bahan bakar yang disuplai secara teratur, akan melumpuhkan mobilitas umat manusia. Jadi jelaslah, bahwa energi merupakan komponen yang sangat penting dalam mendukung ekonomi nasional bangsa Indonesia. Tanpa suplai energi secara teratur dan berkelanjutan, tentunya akan memperlemah ketahanan nasional kita di bidang ekonomi dan sosial. Keamanan energi nasional (national energy security) harus ditingkatkan, terlebih karena kita sudah berada di era perubahan iklim dengan segala. dampak negatifnya.

International Energy Agency (IEA) mendefinisikan keamanan energi (energy security) sebagai berikut:

“Adequate, affordable, reliable access to energy fuels and services, it includes availability of resource, decreasing dependence on imports, decreasing pressures on the environment, competition and markets efficiency, reliance on indigenous resources that environmentally clean, and energy services that are affordable and equitably shared.”

Dari definisi di atas, reliable access, merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan keamanan energi. Penulis tidak perlu menjelaskan definisi tersebut secara keseluruhan karena sudah cukup jelas.

Salah satu strategi yang tepat dalam menjamin kelancaran dan kemudahan akses pendistribusian bahan bakar cair maupun gas adalah dengan cara pipanisasi. Memang pemerintah perlu menyediakan modal untuk membangun sistem jaringan pipa tersebut. Jika dulu, pipanisasi hanya dilakukan dari pelabuhan ke depot BBM dan BBG yang tidak terletak di pesisir laut, kini kondisi perubahan iklim (baca: ketidakteraturan iklim) akan mendorong kita untuk melakukan pipanisasi hingga menjangkau seluruh SPBU. Jika kita bisa melakukan pipanisasi gas ke rumah-rumah, mengapa yang satu ini tidak mampu? Armada truk tangki masih tetap diperlukan, walaupun tidak menjadi andalan utama dalam distribusi bahan bakar kelak.

Semoga pemikiran ini dapat dipertimbangkan sebagai usulan kepada pemerintah.

Tinggalkan komentar

Filed under Climate Change, Global Warming, Adaptations and Mitigations, Energy Security, Floods, Infrastructures, Natural Disaster, Pipeline, Sustainable Development

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s