PERUBAHAN IKLIM: Abad Ini Suhu Global Naik Hampir 5 Derajat

CLIMATE CHANGE: This Century, Global Temperatures Rose By Almost 5 Degrees.

STOCKHOLM, JUMAT — Panel Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa manusia menyebabkan pemanasan global dan memprakirakan suhu akan naik 0,3 sampai 4,8 derajat celcius pada abad ini. Panel antar pemerintah mengenai Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change/IPCC) juga memproyeksikan permukaan laut akan naik 26-82 sentimeter sebelum tahun 2100.

Kelompok para pemenang hadiah Nobel itu, Jumat (27/9), mengatakan, kemungkinan besar manusia menyebabkan lebih dari setengah pemanasan selama 60 tahun terakhir.

Panel PBB itu mengatakan, bukti-bukti telah meningkat karena observasi yang lebih banyak dan lebih baik. “Penilaian kami atas ilmu itu menemukan bahwa atmosfir dan samudra telah memanas. Jumlah salju dan es telah berkurang. Rata-rata permukaan laut telah naik dan konsentrasi gas rumah kaca meningkat,” kata Qin Dahe, salah seorang dari dua ketua kelompok kerja yang menulis laporan tersebut.

Laporan sebanyak 2.000 halaman itu baru akan dikeluarkan Senin mendatang. Akan tetapi, sebuah ringkasan untuk pembuat kebijakan dengan temuan-temuan kunci dikeluarkan kemudian. Tidak banyak kejutan di dalam laporan itu karena banyak dari temuan tersebut telah dibocorkan sebelumnya.

Seperti diperkirakan, IPCC meningkatkan proyeksinya mengenai kenaikan permukaan laut menjadi 26-82 sentimeter sebelum akhir abad ini. Laporan terdahulu memprakirakan kenaikan 18-59 sentimeter.

Penilaian IPCC itu penting karena merupakan dasar ilmiah untuk negosiasi PBB mengenai kesepakatan iklim yang baru. Pemerintah-pemerintah seharusnya menyelesaikan kesepakatan itu pada 2015. Namun, tidak jelas apakah mereka akan memberikan komitmen pada pemotongan emisi. Menurut para ilmuwan, pengurangan emisi diperlukan untuk menjaga suhu di bawah sebuah batas sehingga efek terburuk perubahan iklim bisa dihindari.

IPCC telah menyampaikan empat laporan berisi penilaian dalam 25 tahun sejarah keberadaannya. Setiap edisi memberikan peringatan yang semakin keras bahwa suhu naik dan risikonya ada pada sistem iklim berupa kekeringan, banjir, badai, dan naiknya permukaan laut.

Dianggap bahaya

Proyeksi panel itu untuk tahun tahun 2100 dikeluarkan berdasarkan model komputer. Hal ini berisikan kecenderungan-kecenderungan dalam emisi gas rumah kaca, terutama akibat penggunaan batubara, minyak, dan gas, energi utama saat ini.

Hal yang cukup optimistik dari empat skenario pemanasan yang mereka susun menyebutkan peningkatan suhu rata-rata 1,0 derajat celcius sebelum 2100. Ada tingkat kenaikan suhu antara 0,3 dan 1,7 derajat celsius.

Skenario terburuk memperkirakan tambahan suhu rata-rata pada abad ini sebesar 3,7 derajat Celsius. Ada juga perkiraan bahwa pemanasan berkisar 2,6 derajat Celsius hingga 4,8 derajat Celsius. Ini angka yang dianggap banyak ahli menyebabkan bencana. Kajian yang dikeluarkan di Stockholm, Swedia, tersebut disiapkan oleh 257 imuwan. (AFP/AP/DI)

Sumber: Kompas, Sabtu (28/9) 3013, hal. 9.

Komentar:

Pemanasan global terjadi karena terhalangnya radiasi energi thermal matahari, yang dipantulkan permukaan bumi, kembali ke angkasa luar oleh lapisan gas-gas rumah kaca yang menyelimuti atmosfir bumi. Semakin tebal lapisan tersebut, semakin besar pula energi thermal yang terhalang. Meningkatnya suhu permukaan bumi, sebagai akibat terhalangnya pantulan energi thermal matahari itu, akan menyebabkan bergesernya keseimbangan energi bumi dari posisi titik ekilibriumnya yang lama menuju ke titik ekilibriumnya yang baru. Ketika keseimbangan energi bumi yang baru tersebut tercapai, perubahan iklim (baca: ketidakteraturan iklim) pun akan kembali menjadi "teratur". Pertanyaannya, "teratur" pada suhu berapa? Apa seperti suhu di negara-negara padang pasir dimana hutan, pepohonan serta air tidak lagi ditemui?

Serendah apapun kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi, akan mengakibatkan bencana bagi penduduk. Akan tetapi, karena kita tidak menyadari kenaikan suhu tersebut (karena suhu yang dirasakan masih dianggap lumrah), kita lalu mengabaikannya. Sebaliknya, ketika kita mulai menyadarinya, semuanya telah terlambat untuk dipulihkan. Korban terbesar dan paling menderita dari dampak perubahan iklim adalah rakyat kecil yang miskin.

Berikut ini adalah dampak kenaikan suhu permukaan bumi terhadap umat manusia:

Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius:

Suplai air tawar: Sebagian kecil gletsyer di Andes akan lenyap, dan mengancam suplai air bagi 50 juta penduduk.
Bahan makanan dan pertanian: peningkatan hasil panen di daerah bersuhu sedang.
Kesehatan manusia: sekurang-kurangnya 300.000 meninggal setiap tahunnya oleh penyakit-penyakit yang berhubungan dengan iklim. Menurunnya angka kematian di musim dingin, khusunya di daerah subtropics dan yang semakin dekat ke kutub.
Daerah pesisir: Meningkatnya kerusakan akibat banjir pantai.
Ekosistem: Sekurang-kurangnya 10% dari makhluk didarat menghadapi kepunahan. Meningkatnya kebakaran hutan.

Kenaikan Suhu 5 Derajat Celsius:

Suplai air tawar: Gletsyer-gletsyer besar di Himalaya diperkirakan akan hilang, akan mempengaruhi ¼ populasi penduduk negara Cina.
Bahan makanan dan Pertanian: Meningkatnya derajat keasaman air laut dan kemungkinan menurunnya stok ikan.
Kesehatan manusia: Terus meningkatnya penyakit dan akan membebani jasa pelayanan kesehatan secara substansial.
Daerah pesisir: Kenaikan permukaan laut mengancam kota-kota besar dunia, seperti New York, Tokyo, dan London.
Ekosistem: kepunahan secara signifikan di seluruh bagian bumi. (Stern, 2007; IPCC, 2007)

Kenaikan suhu global dengan sendirinya akan mengakibatkan kenaikan permukaan laut karena mencairnya gletsyer, es di Greenland, maupun di kedua wilayah kutub.

Bagi kota Jakarta, kenaikan permukaan laut akan merupakan ancaman yang “sangat serius”, karena rata-rata “penurunan permukaan tanah” per tahun di beberapa wilayah DKI Jakarta lebih besar dari pada rata-rata per tahun dari “kenaikan permukaan laut” itu sendiri. Oleh karenanya, bencana tenggelamnya sebagian kota Jakarta tersebut dapat terjadi lebih awal tanpa perlu menunggu sampai kenaikan permukaan laut mencapai 5 meter.

Bukti penurunan permukaan tanah di wilayah Jakarta, antara lain di lokasi PLTU Muara Karang (1.000 Megawatt). PLTU yang mulai beroperasi tahun 1979 ini dibangun dengan kondisi permukaan tanahnya masih lebih tinggi dari permukaan laut. Kini telah menurun menjadi 2 meter lebih rendah dari permukaan laut. Ini berarti, penurunan rata-rata permukaan tanah di kawasan unit PLTU ini mencapai 18 centimeter setiap tahunnya.

Kenaikan permukaan laut 1 meter bagi wilayah pesisir Indonesia akan menenggelamkan 3,4 juta hektare lahan yang dihuni oleh tidak kurang dari 2 juta penduduk. Data tersebut belum terhitung mereka yang tinggal di pulau-pulau kecil, karena tidak cukup informasi tentang kerapatan penduduk di pulau-pulau tersebut.

Semoga prediksi ini telah dipahami sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat maupun Pemda DKI Jakarta, sehingga dapat segera disusun peraturan maupun kebijakan-kebijakan baru yang lebih bersifat adaptif dan antisipatif terhadap dampak kenaikan permukaan laut tersebut terhadap kota Jakarta.

3 Komentar

Filed under Adaptations and Mitigations, Anthropogenic, Carbon dioxide emission, Carbon Mitigation, CCS, Climate Change, Coal Fired Power Plants, Global Warming, Natural Disaster

3 responses to “PERUBAHAN IKLIM: Abad Ini Suhu Global Naik Hampir 5 Derajat

  1. selamat pagi Prof, terima kasih infonya. mohon maaf baru dibalas Prof.

    ________________________________ Dari: Atmonobudi Soebagio Kepada: siahaan.chontina@yahoo.com Dikirim: Sabtu, 28 September 2013 9:20 Judul: [New post] PERUBAHAN IKLIM: Abad Ini Suhu Global Naik Hampir 5 Derajat

    WordPress.com atmonobudi posted: ” STOCKHOLM, JUMAT — Panel Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa manusia menyebabkan pemanasan global dan memprakirakan suhu akan naik 0,3 sampai 4,8 derajat celcius pada abad ini. Panel antar pemerintah mengenai Perubahan Iklim (Intergovermental”

  2. Sama-sama, Ibu Chontina. Semoga dapat menambah wawasan kita tentang dampak pemanasan global yang berwujud perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut.

    Salam,
    Atmonobudi S.

  3. imam hadi saputra

    sekarang dah sangat terasa dampak pemanasan global …sumber air tawar dari sumur2 di masyarakat lebih cepat kering…..dan air permukaan pH nya semakin asam….kesuburan tanah semakin menurun ….gempa bumi semakin sering terjadi…..kampanye penanaman sejuta pohon habis lenyap dengan adanya kebakaran hutan dan lahan, yang notabene kebakaran itu di sengaja untuk buka lahan…bukan tidak sengaja…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s