INSIDEN NUKLIR: TEPCO Kosongkan Lagi Dua Tangki Air

TOKYO, MINGGU – Perusahaan operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi, Tokyo Electric Power Co. (TEPCO), Minggu (25/8), mulai mengosongkan lagi dua tangki penampung air terkontaminasi zat radioaktif di kompleks PLTN tersebut. Dua tangki tersebut dikhawatirkan bocor menyusul lima tangki terdahulu.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Fumio Kishida berkunjung ke lokasi PLTN Chernobyl di Ukraina untuk melakukan studi banding soal penanganan bencana nuklir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan, dalam kunjungan pertama seorang Menlu Jepang ke Ukraina selama tujuh tahun terakhir itu, Kishida akan melakukan misi “pencarian fakta” ke Chernobyl. Menurut wartawan kantor berita Agence France-Presse (AFP), Kishida bertemu dengan direktur PLTN tersebut.

Senin ini, Kishida dijadwalkan bertemu Menlu Ukraina Leonid Kozhara untuk membahas kerja sama kedua negara dalam meneliti dan mengatasi dampak bencana nuklir di kedua negara.

Tragedi Chernobyl pada 26 April 1986 dan bencana nuklir Fukushima menyusul tsunami 11 Maret 2011 adalah dua insiden nuklir paling serius, yang mendapat status bahaya tertinggi (tingkat 7) dalam Skala Kejadian Nuklir dan Radiologi Internasional (INES) yang ditetapkan PBB.

Sementara itu, para pejabat TEPCO, Sabtu, menyatakan, pengosongan dua tangki yang diduga bocor akan dimulai hari Minggu. Dengan demikian, sudah ada tiga tangki yang dikosongkan dalam sepekan terakhir setelah pekan lalu ditemukan kebocoran pada satu tangki lain.

Kebocoran pada pekan lalu itu telah menumpahkan sedikitnya 300 ton (300.000 liter) air radioaktif, yang sebagian besar diperkirakan telah masuk ke laut. Kebocoran ini menyebabkan Otoritas Regulasi Nuklir Jepang (NRA) menaikkan status bahaya di Fukushima dari tingkat 1 ke tingkat 3 dalam skala INES.

Tangki pindahan

Pihak TEPCO juga menyatakan, kebocoran tersebut diduga disebabkan perubahan bentuk tangki dan kerusakan pada sambungan karet setelah tangki itu dipindahkan. Tangki yang bocor adalah satu dari tiga tangki yang sempat dipindahkan dari lokasi semula karena tanah di bawah lokasi semula itu ambles.

Saat perakitan kembali tangki-tangki itu di lokasi baru, diduga bentuk tangki berubah. Akibat perubahan bentuk itu, sambungan yang hanya terbuat dari karet kemudian rusak dan menyebabkan kebocoran.

Pihak NRA telah mendesak TEPCO untuk mengganti tangki-tangki berpenyambung karet itu dengan tangki-tangki yang dilas.
Dalam inspeksi satu hari ke PLTN itu, Jum’at pekan lalu, NRA juga mengaku prihatin dengan kondisi penyimpanan air radioaktif tersebut. “Tidak bisa tidak, saya harus mengatakan, (tempat penyimpanan air radioaktif) itu sangat ceroboh,” ungkap Toyoshi Fuketa, satu dari 15 anggota komite pemeriksa NRA.

Air radioaktif tersebut adalah air bekas yang digunakan untuk mendinginkan teras reaktor yang meleleh setelah bencana tsunami 2011. Setelah menyentuh teras reaktor, air tersebut terkontaminasi. (AFP/AP/DHF)

Sumber: KOMPAS, Senin, 26 Agustus 2013.

Tinggalkan komentar

Filed under Nuclear Risks Issues, Radioactive Leak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s