Breaking News: Kebocoran PLTN Fukushima Daiichi Telah Mencemari Air Tanah

Breaking News: Nuclear Power Plant Fukushima Daiichi Leak Has Been Polluting Ground Water

PLTN Fukushima Daiichi, yang terkena gempa bumi skala 9,0 dan tsunami dua tahun lalu, telah memicu melelehnya reaktor nuklir dan sejumlah ledakan. Di pertengahan Juni 2013 yang lalu, PLTN tersebut dilaporkan telah mencemari air tanah yang di pompa untuk membersihkan reaktor. Proses decommisioning dengan mengunakan air tanah ini ternyata juga berisiko, walaupun telah dilakukan dengan cukup cermat.

Kebocoran tersebut dilaporkan oleh seorang petugas patroli dari Tokyo Electric Power Company (TEPCO) ketika mendapati tetesan air yang terkontaminasi di celah-celah struktur pipa baja dari tangki penampung air tanah.

Air tanah tersebut mengandung unsur beracun, Strontium-90, pada level 30 kali lebih besar dari standar keamanan yang ditetapkan pemerintah Jepang. Strontium-90 merupakan by-product dari reaksi fissi Uranium dan Plutonium.

Shunichi Tanaka, kepala regulasi nuklir Jepang yang baru, mengatakan di sebuah konferensi pers bahwa TEPCO harus segera mengatasi masalah tersebut. Tetapi dia mengatakan bahwa regulator sebelumnya tidak menganggap masalah tersebut sebagai hal yang serius.

Kebocoran terbaru diketahui setelah TEPCO mengatakan, di awal minggu ini, telah mendeteksi cesium radioaktif pada air tanah yang dialirkan ke bangunan reaktor.

Ketika negara-negara barat sedang mengevaluasi kembali ketergantungannya terhadap energi nuklir setelah terjadinya bencana Fukushima di tahun 2011, sejumlah negara di Timur Tengah justru mulai berpaling untuk memanfaatkannya. Menurut proyeksi Nuclear Energy Insider, yang menyajikan ramalan dan analisa tentang pasar energi nuklir di Timur Tengah dan Afrika Utara, sekitar $200,- miliar akan dikeluarkan sepanjang 15 tahun ke depan di kedua wilayah tersebut, di mana sebanyak 37 reaktor baru akan dibangun.

Sejumlah negara Timur Tengah telah menyatakan rencana mereka untuk mendayagunakan energi nuklir atau telah menandatangani kesepakatan kerjasama nuklir, termasuk Iran, Saudi Arabia, Aljazair, Mesir, Uni Arab Emirat, Yordania, Maroko, Tunisia, Turki, Siria, Kuwait, Qatar, dan Oman. Walaupun negara-negara barat meragukan kejujuran Iran, seluruh negara tersebut telah mendeklarasikan penggunaan energi nuklirnya hanya untuk tujuan damai, melalui kerjasama dengan International Atomic Energy Agency, atau IAEA.

Apakah tekad BATAN hendak membangun PLTN di Bangka Belitung hanya karena gengsi terhadap negara-negara tersebut? Perlu diketahui bahwa kita cukup kaya akan energi alternatif yang terbarukan dan ramah terhadap lingkungan. Hanya saja kita belum memanfaatkannya secara optimal.

Sumber:
1. Reuters, http://www.reuters.com/article/2013/06/05/us-japan-nuclear-leaks-idUSBRE95409V20130605 .
2. International Business Times, http://www.ibtimes.com/fukushima-nuclear-power-plants-middle-east-what-could-go-wrong-1316621 .
3. CBC News – Technology & Science.

Tinggalkan komentar

Filed under Energy and Geopolitics, Nuclear Risks Issues, Radioactive Leak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s