Panas Bumi Digalakkan: Potensi Listrik Panas Bumi Indonesia 29.000 Megawatt

PLTP Unit 5 Kamojang

Geothermal is Encouraged: The Potential of Indonesia’s Geothermal 29,000 Megawatts

GARUT, KOMPAS — PT Pertamina Geothermal Energy, anak usaha PT Pertamina, mulai membangun dua proyek panas bumi pembangkit listrik dengan total nilai investasi 132 juta dollar AS. Aksi ini diharapkan mendorong pemanfaatan panas bumi sebagai bagian dari ketahanan energi nasional.

Dua proyek ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Unit 5 Kamojang berkapasitas 30 megawatt, dengan nilai investasi 90 juta dollar AS dan ditargetkan rampung tahun 2014. Proyek lain adalah pengembangan lapangan panas bumi Lahendong untuk pasokan uap ke PLTP Unit 4 Lahendong dengan nilai investasi 42 juta dollar AS.

Peresmian dua proyek itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Sabtu (12/1), di Kantor Pertamina Geothermal Energy, di Kamojang, Garut.

Direktur hulu PT Pertamina Muhammad Husen menyatakan pihaknya menyambut positif penugasan dari pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan energy panas bumi. “Dua proyek Pertamina Geothermal Energy ini merupakan bagian dari tekad Pertamina mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, terutama yang bersumber dari panas bumi,” kata dia.

Presiden Direktur PT Pertamina Geothermal Energy Slamet Riyadhy menjelaskan, PLTP Unit 5 Kamojang merupakan pengembangan dari 4 unit PLTP yang ada dengan kapasitas terpasang saat ini 200 MW. Pembangkit itu akan beroperasi akhir tahun 2014 dan menambah kapasitas 30 MW.

PLTP Unit 5 Kamojang berdampingan dengan PLTP Unit 4 Kamojang. Pembangkit pertama di Kamojang beroperasi tahun 1982 berkapasitas 30 MW.

Pertamina Geothermal Energy juga akan menlanjutkan pengembangan lapangan panas bumi di Lahendong, Sulawesi Utara (Sulut). Pengembangan itu memasok uap ke PLTP Unit 4 Lahendong yang dikelola PT Perusahaan Listrik Negara dengan kapasitas terpasang 20 MW.

Jero Wacik menjelaskan, potensi panas bumi Indonesia sangat besar, sekitar 29.000 MW, yakni 40 persen potensi dunia. Sekitar 22 persen atau sekitar 6.096 MW berada di Jawa Barat. Investor diimbau berinvestasi di bidang energy baru dan terbarukan, termasuk panas bumi.

Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Sulut, Happy Korah, Minggu (13/1), usai mendampingin Menteri Kerja Sama Perekonomian dan Pembangunan Jerman, Dirk Niebel, menegaskan, Jerman siap berinvestasi di Sulut menyangkut kelistrikan panas bumi. Potensi panas bumi Sulut dapat menyuplai listrik ratusan megawatt.

Niebel mengatakan, Jerman memiliki teknologi mengembangkan sumber listrik dari energi terbarukan. “Kami sudah menjajagi kerja sama ini. Kami akan datang lagi,” kata Niebel. (EVY/ZAL)

Sumber: Kompas, Senin 14 Januari 2013, hal. 20.

Komentar:
Sebagai BUMN dari negara dengan potensi panas bumi sebesar 40 persen dari potensi dunia, PT Pertamina diharapkan mampu menjadi operator andalan di negeri sendiri. Jangan lagi terulang kasus-kasus dimana potensi sumber daya alam kita sangat besar, tetapi mempersilakan pihak asing sebagai operatornya.

Dengan menggunakan sebanyak mungkin komponen buatan dalam negeri, PT Pertamina tentunya akan membantu perkembangan sektor industri hilir di bidang konstruksi dan energi. Pengalaman sebagai operator minyak dan gas selama puluhan tahun tentunya juga merupakan modal berharga dalam mastering energi ini.

Selamat mengemban Amanat PASAL 33 UUD 1945 dengan penuh dedikasi !!

Tinggalkan komentar

Filed under Energy, Energy Security, Geothermal Energy, Natural Resources, Renewable Energy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s