Ketika Indonesia Mengalami Banjir di Seluruh Wilayahnya

When Indonesia Experiencing Flooding in All Its Territory

Toen Indonesie ervaren overstromingen in heel regio

Bencana, atau disaster, dalam beberapa hari terakhir ini memenuhi halaman muka koran-koran ibu kota, berita radio, bahkan merupakan top of the top headlines dari media-media TV. Berita banjir yang mengepung kota Jakarta bahkan nyaris diberitakan tanpa jedah.

Sewaktu mengikuti pemberitaan banjir di media cetak, radio dan TV, serta berita-berita serupa di LN, tampak bahwa tindakan pertolongan dan penanggulangannya tidak dapat dilakukan secara parsial karena menuntut koordinasi lintas instansi. Pertimbangan ini semakin menguat ketika bencana tersebut melanda di hampir seluruh bagian negara ini secara bersamaan.

Tergerak oleh pemberitaan yang sangat intensif tersebut, penulis mencoba mengulas tentang pengurangan risiko bencana atau Disaster Risk Reduction (DRR) yang dianggap sangat perlu untuk diketahui oleh pemerintah dan sebanyak mungkin masyarakat kita. Tentunya dengan harapan tidak sekadar untuk diketahui, melainkan juga untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah dan komponen masyarakat di seluruh Indonesia. Artikel ini diawali dengan pemahaman tentang apa yang disebut bencana atau disaster tersebut dan pengelompokannya.

Definisi Disaster.
Menurut United Nations International Strategy for Disaster (UN/ISDR), disaster didefinisikan sebagai ” a sudden, calamitous event that causes serious disruption of the functioning of a community or a society causing widespread human, material, economic and/or environmental losses which exceed the ability of the affected community or society to cope using its own level of resources.”

Walaupun tidak ada definisi disaster yang berlaku secara mendunia, ada beberapa kesamaan karakteristik dari definisi-definisi tersebut, yaitu :

– Mendadak, tidak terduga.
– Menimbulkan korban jiwa, kerugian material dan ekonomi, serta
kerusakan lingkungan.
– Melampaui kemampuan masyarakat korban bencana dalam mengatasinya.

Bencana Alam.
Menyambung definisi dari bencana tersebut, bencana alam secara khusus dapat dibagi ke dalam tiga kelompok: (a) hydrometeorological disaster, (b) geophysical disaster , dan (c) biological disaster.

Hydrometeorological disaster adalah berupa proses alamiah atau fenomena atmosfir, hidrological atau kondisi laut yang menyebabkan kehilangan nyawa, luka, kerusakan properti, gejolak ekonomi dan sosial atau degradasi lingkungan.; termasuk banjir, gelombang laut, tanah longsor, kemarau dan bencana yang berkaitan dengannya (suhu ekstrim dan kebakaran hutan).

Biophysical disaster adalah proses alami bumi atau fenomena yang menyebabkan kehilangan nyawa atau luka, kerusakan properti, gangguan ekonomi dan sosial atau degradasi lingkungan. Termasuk juga gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi.

Biological disaster adalah proses secara organik atau yang dibawa oleh vektor biologis, termasuk paparan mikro-organisme, racun dan zat-zat bioaktif, yang mungkin menyebabkan hilangnya nyawa atau luka, kerusakan harta benda, gangguan sosial dan ekonomi, atau degradasi lingkungan; termasuk epidemik dan serbuan serangga.

Bencana yang dialami oleh sektor pertanian kebanyakan berupa bencana alam. Berdasarkan risikonya, bencana tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok, yaitu:

1. Kejadian klimatik: hujan es maupun hujan lebat, banjir, kemarau, badai.
2. Kerusakan akibat hama: tikus, bekicot, serangga.
3. Penyakit/epizootics: penyakit pada mulut dan kaki, flu babi, dlsb.

Disaster Risk Reduction (DRR).
Sebelum melangkah ke tindakan DRR, kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang risiko yang ditimbulkan oleh sebuah bencana.

UNDP mendefinisikan risiko sebagai “kemungkinan atau probabilitas dari konsekuensi yang membahayakan — korban manusia, properti yang rusak, hilangnya mata pencaharian, terganggunya kegiatan ekonomi, dan kerusakan lingkungan — akibat dari interaksi antara alam atau manusia yang disebabkan oleh bahaya dan kondisi yang rentan.”

Penilaian risiko adalah “proses untuk menentukan sifat dan tingkat risiko tersebut, dengan menganalisis bahaya dan mengevaluasi kondisi yang ada dari kerentanan yang bersama-sama berpotensi membahayakan orang yang terkena, properti, jasa, mata pencaharian dan lingkungan tempat mereka bergantung.”

Sebuah penilaian risiko yang komprehensif tidak hanya mengevaluasi besar dan kemungkinan potensi kerugian, tetapi juga memberikan pemahaman penuh tentang penyebab dan dampaknya yang merugikan. Oleh karena itu, penilaian risiko merupakan bagian integral dari proses pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan, serta membutuhkan kerja sama antara berbagai bagian dan lapisan masyarakat.

Untuk mengumpulkan data bagi penilaian risiko, kita perlu membentuk pusat-pusat observasi (PO) di lokasi-lokasi dimana bencana tersebut terjadi. Jakarta, bersama Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) memerlukan beberapa PO. Institusi yang bersifat lokal ini bertugas mengumpulkan data secara sistematis, mengkompilasi, dan menganalisa catatan historik bencana di masing-masing wilayah observasinya. Hasilnya akan merupakan masukan bagi Lembaga DRR tingkat nasional dalam menganalisis dan menyusun strategi serta mengimplementasikannya di tingkat nasional, provinsi, maupun lokal; di samping tindakan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahann iklim, rencana pembangunan infrastruktur kota dan wilayah, rencana program-program kemanusiaan, serta sistem peringatan dini sebelum datangnya bencana.

Bencana-bencana yang besar meminta perhatian yang besar pula, serta memerlukan pendanaan yang besar bagi program DRR dalam merespon dan melakukan pemulihan akibat bencana.

Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, mengatakan: “Membangun budaya pencegahan tidaklah mudah. Sedangkan biaya pencegahan harus dibayar di masa sekarang, manfaatnya terletak jauh di masa depan. Selain itu, manfaat-manfaatnya tidak nyata, karena mereka adalah bencana yang TIDAK terjadi.”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan komentar

Filed under Climate Change, Global Warming, Adaptations and Mitigations, Disaster Risk Reduction (DRR), Natural Disaster

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s