Politik Perubahan Iklim: Menurut Anthony Giddens

Anthony Giddens

The Politics of Climate Change: According to Anthony Giddens

Pengantar.
Masalah perubahan iklim telah menjadi pembicaraan dalam dua dekade terakhir. Ratusan tulisan ilmiah dan buku-buku telah diterbitkan oleh para pakar, yang belakangan ini sangat mempengaruhi kebijakan ekonomi makro dari negara-negara yang terkena dampaknya.

Akhir-akhir ini perubahan iklim telah menjadi isu politik utama. Namun, belum ada kerangka kerja substansial untuk kebijakan yang menawarkan koherensi dan konsistensi mengenai  bagaimana pemerintah bangsa-bangsa harus mengatasi  tantangan politik jangka panjang tentang  perubahan iklim.  Dalam bukunya yang berjudul The Politics of Climate Change (2009),  Anthony Giddens  mengusulkan suatu kerangka kerja politik untuk memecahkan masalah perubahan iklim. Giddens,  yang  pemikirannya  tentang  ‘The Third Way’ dalam politik dikenal luas, secara menarik memulainya dengan menegaskan bahwa ‘we have no politics of climate change’.  Sidharta Dhabi, bahkan menjuluki buku Giddens tersebut sebagai  ‘His Third Way for Climate Action’.  Kata-kata  ‘The Third Way’ merupakan buah pemikiran Giddens  dalam buku sebelumnya, yaitu “The Third Way: The Renewal of Social Democracy”, yang menawarkan jalan tengah atas  tarik-menarik antara politik sosialisme dan kapitalisme. Untuk memahami secara lebih baik tentang isi  buku ‘The Politics of Climate Change’, kita perlu memahami proyek politik Giddens dan apa yang dimaksud dengan ‘ The Third Way’ tersebut.

Pemikiran Giddens.

Hal yang merupakan isu sentral pembahasan dalam buku ini adalah bahwa perubahan iklim sangat berbeda dari isu-isu politik yang biasa kita hadapi sebelumnya karena merupakan isu yang membawa risiko di masa depan.  Adalah sangat sulit bagi masyarakat awam untuk mengaitkan tentang risiko abstrak yang akan terjadi di masa depan apabila saat ini tidak begitu dirasakan di dalam kehidupan mereka sehari-hari.  Dan ketika semua itu menjadi nyata, maka sudah terlambat untuk memperbaikinya.

Apa yang dilakukan sebagian besar orang adalah bahwa mereka mengesampingkannya dari kehidupan sehari-hari mereka.  Apa yang dilakukan oleh kebanyakan politikus adalah seringnya membuat janji-janji muluk tanpa substansi. Kita memiliki perjanjian internasional, tetapi mereka tidak pernah mendiskusikan tentang bagaimana mengimplementasikannya ke tahun-tahun mendatang.  Adalah mudah mendiskusikan apa yang akan dilakukan di tahun 2050, tetapi sangat sulit mendiskusikan apa yang akan dilakukan pada 2-3 tahun mendatang.

Munurut Giddens, kita merasa masih sangat jauh dari kekuatiran.  Masyarakat mengalami kesulitan dalam mengaitkan dugaan abstrak dari sebuah bencana yang terjadi di sebuah lokasi yang tidak pasti di masa depan.  Kita harus mendapatkan lebih banyak motivasi positif.  Kita harus lebih mencari peluang dari pada mencari masalah.  Kita harus mendapatkan manfaat-manfaat kompetitif dari pada hanya menghitung biaya atau kerugian ekonominya.  Kita memerlukan enterpreuner-enterpreuner pelopor yang berusaha mencari perpaduan antara ekonomi-ekonomi kompetitif dan teknologi-teknologi yang ramah  terhadap perubahan iklim.

Negara-negara industri harus  menjadi pelopor.  Kita tahu bahwa negara-negara berkembang tidak akan berbuat banyak kecuali mereka memperoleh contoh-contoh praktis untuk diikuti.

Giddens berpendapat bahwa sebuah motivasi positif adalah motivasi untuk mengubah ke ekonomi yang berbeda – ekonomi karbon rendah – tetapi dengan tingkat keamanan energi (energy security) yang lebih tinggi.  Dia berpendapat bahwa adalah lebih mudah bagi masyarakat untuk mengaitkannya dengan masalah keamanan energi dari pada ke masalah perubahan iklim.   Kita juga perlu membangun bentuk-bentuk inovasi komunitas dan arsitektur.

Kita dapat berharap akan adanya ekonomi yang sangat berbeda dari apa yang kita ketahui sekarang, yaitu pada teknologi karbon rendah.  Yang kedua, sebuah dunia dimana minyak tidak lagi mendominasi geopolitik.  Kita dapat menciptakan gaya hidup yang lebih baik yang tidak didominasi oleh upaya mencari kekayaan dan pertumbuhan yang tidak kunjung berakhir.

Buku karya Anthony Giddens ini tidak lepas dari pro dan kontra tentang pemikirannya, namun begitu kita patut mengapresiasi pemikirannnya dalam menawarkan suatu kerangka kerja politik dalam menyikapi perubahan iklim. Tidak jarang buah pemikirannya baru diakui dunia beberapa tahun kemudian.

(diangkat dari DAC & Life Build Cities. Hasil interview lewat kerjasama dengan British Council Denmark)

Daftar Bacaan:

Giddens A., The Politics of Climate Change, Malden, MA: Politi, 2009. 264pp. ISBN 9780745646923.

Sidharta Dhabi, “The ‘Third Way’ for Climate Action”, Ephemera Reviews: Theory and Politics in Organization, vol. 12(1/2) pp. 242-248, 2012, ISSN 1473-2866.

Danish Architecture Centre (DAC), Anthony Giddens: The Politics of Climate Change. October 3, 2012.

Mengenal Anthony Giddens.

Anthony Giddens adalah salah seorang diantara sosiolog kontemporer lulusan the University of Hull dan the London School of Economics (LSE).  Dia  pernah sebagai professor Sosiologi di Cambridge University, dan dari tahun 1997 hingga 2003 menjabat Direktur LSE.  Giddens telah menulis sejumlah buku penting dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa.

Giddens saat ini sebagai Life Fellow dari King’s College, Cambridge.  Dia memperoleh gelar kehormatan dari 15 universitas. Dia merupakan Fellow dari American Academy of Science dan Chinese Academy of Social Science.  Dia juga anggota dari organisasi-organisasi masyarakat, termasuk Penelitian Kebijakan Publik.

Buah pemikiran-pemikiran Giddens terhadap politik sangat dikenal luas.  Pandangan-pandangannya telah menjadi inspirasi bagi banyak pemimpin politik dari Asia, Amerika Selatan, dan Australia, sebagaimana di Eropa dan AS.

2 Komentar

Filed under Anthony Giddens, Anthropogenic, Climate Change, Global Warming, Adaptations and Mitigations, Energy and Geopolitics, Energy Security, The Economics of Climate Change, The Politics of Climate Change

2 responses to “Politik Perubahan Iklim: Menurut Anthony Giddens

  1. petrus gunarso

    Artikel menarik pak Budi. Bagaimana mendapatkan bukunya? Apakah sdh tersedia di toko buku di Indonesia? Sangat berminat membacanya.

    • Dear Pak Petrus Gunarso.

      Terima kasih atas responnya. Saya belum memiliki buku tersebut. Yang saya miliki adalah yang versi paper (18 halaman) yang ditulis oleh Giddens dan diterbitkan oleh Policy Network Paper, dan dapat dihubungi lewat info@policy-network.net.

      Saya belum mengecek dimana buku tersebut bisa dibeli di Indonesia. Biasanya saya membeli buku2 di “Amazon” secara mail order. Kadang2 dia juga menjual yang bekas dengan harga miring. Harga buku tsb yang jenis paperback “bekas” sekitar US$14,38 , belum termasuk ongkos kirim.

      Kalau Pak Petrus lebih dulu memperoleh buku tersebut di toko buku di Indonesia, tolong kabari saya ya karena saya juga ingin memilikinya.

      Salam,

      Atmonobudi S.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s