Meningkatkan Produktifitas Sayur-Mayur dan Buah-Buahan dengan Penyinaran Lampu LED

Increasing Vegetables and Plants Productivities by using LED Grow Lights

Penggunaan lampu light emitting diode (LED) sebagai lampu yang sangat hemat energi telah banyak kita jumpai dalam berbagai model.  Temuan ini merupakan lompatan jauh di bidang teknik pencahayaan listrik.  Peningkatan kebutuhan energi listrik yang terus bergerak,  sejalan dengan target menaikkan jumlah pelanggan listrik katagori rumah tangga, menyebabkan dipacunya pembangunan pembangkit-pembangkit listrik melalui Proyek Percepatan Kelistrikan (PPK) Tahap I dan II yang telah dimulai sejak tahun 2006 yang lalu. Sementara itu, target nasional untuk menurunkan emisi karbon dioksida sebesar 26 persen akan semakin sulit dicapai karena kapasitas daya total  pembangkitan yang dibangun dalam PPK Tahap I sangat didominasi oleh pembangkit-pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara dan gas. Kedua jenis bahan bakar ini jelas merupakan penyebab utama emisi karbon, disamping BBM yang merupakan bahan bakar bagi kendaraan umum maupun pribadi.  Lalu apa hubungan berpacunya peningkatan antara demand dan supply energi listrik ini dengan lampu-lampu LED penumbuh, atau LED grow lamps?

Pada awalnya, lampu-lampu yang digunakan sebagai sumber pencahayaan ruangan adalah berupa lampu pijar (incandescent) dan lampu fluorescent.  Pabrik-pabrik lampu tersebut menambahkan sedikit campuran sehingga membentuk warna yang diperlukan untuk menumbuhkan tanaman.  Lampu-lampu ini kemudian disebut “lampu tanaman”.  Kurang-lebih 82 persen dari cahaya yang dihasilkan oleh lampu tradisional tersebut yang tidak diserap oleh tanaman karena berupa cahaya Ultra Violet (UV) dan Infra Red  (IR) yang tidak diperlukan dalam proses photosintesa.  Pada lampu pijar, cahaya tersebut menyebabkan kenaikan suhu sebesar 700-an oC di permukaan bola lampu. Panas inilah yang membuat lampu tersebut tidak boleh terlalu dekat dengan tanaman karena akan membuat daunnya berubah warna dan layu. Panas yang berasal dari lampu tersebut juga akan membuat air yang berada di dalam tanah menguap.  Panas, yang berupa 80 persen daya listrik lampu pijar yang hilang, menyebabkan lampu tersebut tidak efisien atau boros energi.  Sebaliknya, lampu LED jauh lebih hemat dalam pemakaian listrik dan tidak menyebabkan panas yang dapat merusak tanaman.

 

Lampu LED untuk pertumbuhan tanaman ditemukan untuk pertama kalinya oleh perusahaan SolarOasis pada tahun 2002 yang lalu.  Sebelumnya, lampu-lampu LED hanya diproduksi untuk menghasilkan “cahaya putih” saja.  Kini, warna cahaya sangat beraneka dan masing-masing memiliki panjang gelombang sendiri.  Lampu-lampu yang digunakan sebagai lampu penumbuh tanaman memiliki panjang gelombang cahaya mulai dari 380 nanometer (nm) yang disebut cahaya ultra violet, hingga 880 nm yang disebut cahaya infra red.  Tanaman membutuhkan cahaya yang terlihat mata (visible light) dengan spektrum antara 400 nm – 700 nm. Bagi mata manusia, panjang-panjang gelombang yang terkait dengan warna hijau dan kuning tampak jauh lebih terang bila dibandingkan dengan warna merah dan biru yang justru merupakan warna-warna utama dalam proses photosintesa pada tanaman.  Dari gambar di atas, tampak bahwa penyerapan chlorophyl menghasilkan pertumbuhan yang kuat  pada spektrum antara 390 nm — 510 nm.  Spektrum 610 nm — 700 nm merupakan spektrum utama bagi proses photosintesa.  Cahaya merah tua, yang terletak pada spektrum 700 nm — 730 nm sangat baik untuk proses berbunga. Dari spektrum di atas, dibuatlah berbagai jenis lampu LED untuk tanaman, baik untuk tanaman secara umum maupun yang dirancang untuk jenis tanaman tertentu.

Dari penjelasan tadi, lampu LED penumbuh tanaman sangat tepat untuk menaikkan produksi tanaman sayur-mayur maupun  buah-buahan. Sejak pagi hingga sore hari tanaman akan mengandalkan proses photosintesanya pada cahaya matahari, dan pada sore hingga malam dapat memperoleh cahaya dari lampu LED.  Dengan semakin lamanya proses photosintesa, tanaman akan semakin produktif secara ekonomi.  Akan tetapi agar dapat tumbuh secara sehat, tanaman sebaiknya disinari matahari atau lampu LED dengan total penyinaran tidak melampui 14 – 16 jam setiap harinya.

Dengan lampu LED, penggunaan energi listrik untuk pecahayaan menjadi jauh lebih hemat, di samping umur lampu yang lebih lama dari pada lampu pijar maupun lampu fluorescent.  Penggunaan lampu LED untuk pencahayaan akan membuat suhu ruangan semakin panas, sehingga sistem penyejuk ruangan (air conditioning system) pun akan lebih hemat dalam pemakaian listriknya.  Dengan penghematan energi listrik melalui penggantian seluruh lampu rumah, kantor, maupun pertokoan dengan lampu LED, laju pembangunan pembangkit-pembangkit listrik berbahan bakar batubara dan gas dapat ditekan, namun  perlu segera digantikan dengan pembangkit listrik yang menggunakan energi-energi terbarukan agar target penurunan emisi karbon dioksida tercapai.

Selamat mengembangkan agro bisnis  (tanaman hias, sayur-mayur, buah-buahan) Anda lewat penggunaan LED Grow Lamps karena lampu ini jauh lebih hemat penggunaan listriknya bila dibandingkan dengan lampu-lampu tanaman konvensional.  Dengan lebih hemat listrik, keuntungan bisnis Anda pun semakin besar.  Semoga sukses!

12 Komentar

Filed under Energy Savings, Food Productivity, Light Emitting Diode (LED), National Food Security

12 responses to “Meningkatkan Produktifitas Sayur-Mayur dan Buah-Buahan dengan Penyinaran Lampu LED

  1. imam hadi saputra

    dengan perubahan iklim yg semakin ekstrim penyerapan sinar uv oleh tanaman akan semakin menghambat proses fhotosintesis dan musim berbuah tanaman semakin tahun semakin bergeser…..LED Grow lamps sangat baik dikembangkan sebagai pengganti matahari

  2. isan

    boleh tau artikel tersebut ada sumber darimana ya pak???

    • Dear Mas/Pak Isan.

      Tulisan saya diangkat dari sejumlah sumber bacaan, baik yang berupa hardcopies maupun softcopies (pdf) yang dapat diperoleh dari internet melalui google search engine secara gratis.

      Kalau ingin memperoleh yang lebih banyak, tulislah di google tersebut: LED atau light emitting diode yang digunakan untuk penyinaran/fotosintesis pengganti sinar matahari. Tentunya dalam bahasa inggris.

      Selamat mencobanya.

      Salam,
      Atmonobudi S.

  3. Masyhuri

    Dimana bisa membeli lampu LED untuk tanaman.berapa harganya.

    • Selamat pagi Pak Masyhuri.

      Lampu LED yang siap/khusus digunakan sebagai pengganti sinar matahari untuk fotosintesa, tidak banyak tidak banyak saya temui di pasar. Yang ada adalah lampu LED utk penerangan. Saya belum menguji, apakah lampu tersebut bisa digunakan juga.

      Sebaiknya Bapak merancang sendiri lampu tersebut dengan komposisi 3 warna yang telah dijelaskan di blog ini. Toko bisa merakitnya atas pesanan kita.
      Harga lampu bervariasi,bergantung pada intensitas cahayanya.

      Lampu LED banyak dijual di seberang Pasar Kenari (Jakarta Pusat) atau di Pertokoan Lindeteves (Glodok)

      Salam,

      Atmonobudi S.

  4. Cahaya lampu LED yg sy punya brwarna kuning, apkh bs digunakan tuk growing light pd tanaman jg? Trima kasih..

    • Dear Disty Oezil
      Saya belum pernah mengukur efektifitas cahaya kuning dalam menggantikan matahari untuk fotosintesa.
      Sebaiknya menggunakan komposisi yang dibahas di artikel ini karena sudah teruji.

      Salam.

      • Ahmad Fahroji

        Pak mau nanya,klo pke lampu neon trs kt ksih warna merah sm biru kr2 bs digunakan tuk hidroponik g pak?

      • Dear Pak Ahmad Fahroji.

        Saya belum pernah menguji penyinaran dengan dengan lampu fluorescent (yang dikenbal secara umum dengan sebutan lampu neon, walaupun sebetulnya bukan tergolong lampu neon). Lampu tersebut ada yang berwarna kuning, day light, dll. Mungkin bisa dengan menggunakan lampu yang jenis day light walaupun harus dikombinasikan dengan warna yang Bapak maksudkan.

        Silakan mencobanya.

        Salam,
        Atmonobudi S.

  5. iqbal

    Mohon saran, pada intensitas berapa (lumen) yang baik untuk diserap oleh tanaman ? Sebab ini erat kaitannya dengan ketinggian lampu dari tanaman.

    • Intensitas dapat berbeda, tergantung dari daya listrik yang akan digunakan. Tentunya, dengan LED yang menggunakan daya yang semakin besar, akan semakin mahal pula lampunya.

      Semakin dekat dengan tanaman, semakin baik. Akan tetapi penyinarannya sebaiknya dapat mengenai semua daun.

      Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s