Memperingati Hari Bumi 2012

Adakah aktifitas Anda yang berhubungan dengan “Hari Bumi” tahun ini?

Hari ini, Minggu 22 April 2012, seluruh penduduk dunia merayakan Hari Bumi yang ke 42, melalui peningkatan kepedulian kita semua terhadap apa saja yang selama ini telah menurunkan kualitas bumi yang kita diami sekarang ini. Tidak masalah di mana kita tinggal, ada banyak hal yang dapat kita lakukan di Hari Bumi ini. Di sekeliling kita pun dapat dijumpai berbagai aktifitas manusia (anthropogenic), yang tanpa kita sadari telah menurunkan kualitas bumi dan  udara yang kita hirup.

Malam ini (22/4),  kita diajak untuk secara serempak memadamkan listrik di rumah kita masing-masing, dari jam 20:30 hingga jam 21:30.  Hanya satu jam saja, namun akan berdampak besar terhadap penghematan bahan bakar batubara.  Marilah kita hitung dengan rumus yang sangat sederhana. Setiap 1 megawattjam energi listrik yang dibangkitkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara, akan melepas gas karbon dioksida (CO2)  ke udara sebanyak 990 kilogram.  Jika total daya listrik  yang dibangkitkan oleh 84 pembangkit listrik berbahan bakar batubara di Indonesia adalah sebesar 32.151 megawatt, maka setiap jamnya akan melepaskan gas CO2 ke atmosfir sebanyak 31.829 ton.  Jadi, dengan ikut memadamkan listrik di rumah masing-masing selama satu jam malam ini, Anda dan saya telah mengurangi emisi CO2 ke udara sebanyak itu.  Tidak hanya itu saja.  Anda juga telah turut membantu menghemat penggunaan batubara sebanyak 15.576 ton  selama satu jam tersebut.

Lalu apa saja yang dapat kita lakukan agar atmosfir kita terjaga kebersihannya sepanjang hari?

Kita harus mengubah gaya hidup kita, yang tanpa kita sadari, tergolong boros di dalam pemakaian listrik. Marilah kita padamkan listrik di rumah, atau kantor,  apabila cahaya matahari yang masuk ke rumah kita cukup menerangi ruangan kita.  Bila kita meninggalkan ruang kerja atau kamar, dan tidak ada orang lain di ruang tersebut, padamkan lampu listrik, termasuk penyejuk udara di ruang tersebut.  Gunakan lampu hemat energi, walaupun harganya lebih mahal dari pada lampu pijar konvensional.  Dengan konsumsi listrik yang sama, misalnya 25 watt, lampu SL akan menghasilkan cahaya yang jauh lebih terang dari pada lampu konvensional  tersebut.

Di sisi pembangkit listrik,  seluruh PLTU batubara di Indonesia sebaiknya segera menggunakan alat penangkap CO2 dan sistem penyimpanannya; bukan sekadar menggunakan alat penangkap tebaran debu (fly ash) sebelum keluar dari menara cerobong asap.

Pernahkah Anda melihat tungku kayu bakar seperti yang digunakan ibu ini di sekitar Anda?  Mungkin sudah  sangat jarang ditemui di kota-kota besar.

Tahukah Anda bahwa jumlah penduduk Indonesia yang masih menggunakan tungku kayu bakar berkisar 155 juta jiwa, atau 74% dari populasi total penduduk Indonesi (Modi et.al. Energy Services)?   Adapun efisiensi thermal tungku kayu bakar tradisional tersebut hanya berkisar 6 – 10%. Melalui penyempurnaan desain, efisiensi tungku dapat mencapai 25 – 35%.  Dengan meningkatnya efisiensi tungku, jumlah kayu bakar yang digunakan pun akan menurun.  Sejauh ini, efisiensi tungku kayu bakar masih di bawah 65%.

Jika setiap orang yang menggunakan tungku kayu bakar menghabiskan 5 kg kayu setiap hari, sedangkan faktor emisi CO2 adalah 15 kg CO2/ton kayu, maka total emisi karbon dioksida dari penggunaan tungku oleh 155 juta orang tersebut  akan sebesar 11.625 ton CO2 per hari, atau 4,24 juta ton CO2 selama setahun.  Dan konsumsi kayu bakar akan sebanyak 775.000 ton per hari atau 282,87 juta ton selama setahun.

Melalui artikel ini penulis ingin mengajak kita semua untuk mulai melakukan kajian tungku agar dapat diperoleh desain tungku kayu bakar dengan efisiensi thermal yang lebih tinggi dari pada tungku sederhana tadi.  Dengan dihasilkannya tungku yang semakin tinggi efisiensinya, konsumsi kayu sebagai bahan bakar akan jauh berkurang. Tungku-tungku kreasi baru, atau gambar desainnya, dapat dibagikan atau disosialisasikan ke masyarakat pengguna tungku konvensional.  Perusahaan-perusahaan di daerah diharapkan dapat menyumbangkan tungku-tungku tersebut sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, atau CSR.

Selamat memperingati Hari Bumi melalui pembaruan gaya hidup dan tindakan kita yang semakin hemat energi dan ramah terhadap bumi serta lingkungan kita.

Tinggalkan komentar

Filed under Anthropogenic, Climate Change, Global Warming, Adaptations and Mitigations, Energi Biomassa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s