Magister Pengolah Inovasi Energi

Energi terbarukan sebagai jawaban kebutuhan sumber daya listrik di masa kini dan mendatang.

Saat ini manusia tidak bisa dipisahkan dari listrik.  Bisa dikatakan listrik menjadi bagian dari kenyamanan hidup manusia karena energi ini dibutuhkan untuk menggerakkan berbagai peralatan listrik.  Mulai dari motor, lampu penerangan, air conditioner, pemanas, hingga peralatan mekanik lainnya.

Sumber energi sejauh ini terutama dihasilkan dari minyak bumi, batubara, dan gas alam.  Namun pemanfaatan bahan bakar yang berasal dari fosil tersebut sebagai sumber energi kegiatan industri, transportasi dan listrik, menimbulkan kekhawatiran melonjaknya emisi gas rumah kaca, khususnya gas karbon dioksida.  Akibatnya suhu bumi memanas, terjadi pemanasan global dan memicu perubahan iklim.

Di sisi lain terjadi krisis minyak dunia yang diawali oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal 1970-an, yang kemungkinan besar terulang kembali akibat konflik antara Iran dengan negara-negara di Eropa dan Timur Tengah.

Sehingga perlu segera mencari energi baru sebagai pengganti sumber bahan bakarb berbasis fosil tersebut.  Selain mengatasi krisis minyak bumi, maka sumber energi baru ini harus ramah lingkungan.

Sinar matahari dianggap sebagai energi terbarukan atau energi yang tidak pernah habis dan akan selalu ada selama umur bumi.  “Hampir semua energi, 99,99 persen, berasal dari matahari yang dimanfaatkan dalam hal sederhana dan langsung seperti menjemur pakaian, hadir dalam wujud thermal, hingga turunannya seperti angin, dan gelombang laut”, jelas Prof. Atmonobudi Soebagio Ph.D., Guru Besar Energi Listrik dan Terbarukan di Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Jakarta, Rabu pekan  lalu.

Solusi untuk mengatasi kekurangan energi akibat krisis ganda tersebut adalah dengan cara melakukan diversifikasi sumber-sumber energi untuk membangkitkan listrik, melakukan penghematan penggunaan energi, mengubah gaya hidup setiap warga negara yang boros dalam penggunaan energi, dan mengembangkan teknologi-teknologi  baru yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Hal ini tentu menimbulkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu mengolah sumber energi terbarukan.  Tidak hanya masalah teknis, tapi tentu aspek manajerial dan pengembangan ke depan.

Oleh karenanya, UKI berencana membuka Pascasarjana Teknik Elektro peminatan Energi Listrik.  “Ini relatif baru karena selama ini peminatan konversi energi dari energi terbarukan ke energi listrik bukan menjadi peminatan khusus, hanya bersifat pengenalan akan potensi dan lokasi energi-energi terbarukan”, kata pria yang akbrab disapa Budi.

Menurutnya, pembukaan program studi bertujuan menyiapkan sumber daya manusia alumnus perguruan tinggi yang siap memanfaatkan energi terbarukan, dibekali keahlian baru, karena terlibat langsung dalam mendesain proyek-pryek medium untuk mengubah energi terbarukan menjadi energi listrik.

Dan prospek kerja di bidang ini tidak hanya tren yang berlangsung dalam 10-20 tahun, akan tetapi menerus karena energi terbarukan sangat penting.

Secara terpisah Lisa Gracia Kailola, Sekretaris Program Pascasarjana UKI, mengatakan pembukaan program pascasarjana ini direncanakan mulai April 2012.  Adapun program Pascasarjana Teknik Elektro ini dengan konsentrasi Konversi Energ-Energi Terbarukan, Manajemen dan Pelayanan Energi, serta Perdagangan Energi dan Karbon.

Di atas segalanya, gaya hidup hemat energi juga perlu partisipasi aktif semua pihak.  Produsen menghadirkan inovasi teknologi yang mampu mereduksi kebutuhan energi, namun di sisi lain konsumen juga perlu berpartisipasi aktif untuk menjalankan gaya hidup hemat energi dan ramah lingkungan.  □DEWI RETNO

 

Sumber: KORAN TEMPO, Selasa 28 Februari 2012, hal. A5.

Tinggalkan komentar

Filed under Anthropogenic, Energy Security, Renewable Energy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s